Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label refleksi diri

Passing Through

Hampir setiap tiga bulan kita bisa lihat ada smartphone keluaran terbaru yang mengusung spesifikasi terbaik. Handphone yang ada di tangan kita saat ini bisa menyediakan hampir semua kebutuhan kita, dia menampilkan sejuta pesona, dia adalah layar kotak bersinar penuh kilau. Sebagian waktu kita bisa jadi lebih banyak dihabiskan di depan layar smartphone atau komputer. Tapi tahukah kamu bahwa waktu adalah salah satu modal terbesar kita untuk membuat diri kita menjadi apa kita inginkan. Misalnya, kita ingin jadi orang sejahtera yang terlihat dari mobil yang kita punya, kita ingin punya perusahaan yang mempekerjakan beberapa karyawan, kita ingin lulus cumlaude dari sebuah universitas dan dipanggil sebagai mahasiswa terbaik pada perayaan wisuda, dan seterusnya. The problem is: the most of us doesn't realize what we want to be. " Because we're living in a world of fools ," begitu kata band legendaris Bee Gees dalam salah satu lagunya. Apa saja yang bersinar di layar gadget...

Biru dalam Hitam

Di malam yang semakin hitam Dia biasa hadir Langsung di depan mata Yang terpejam sambil menyelam Dalam luas memori tak terperi Dia muncul tanpa dikehendaki Tanpa alas kaki Baginya ini rumah tempat kembali Tempat yang luas sekali Sampai tak ada yang bisa kau pandangi Lagu-lagu berdawai romantis sekali Tapi dia tidak Sama sekali tidak Dia diam tak beriak Merangkul angin malam Yang lebih sering ditemani kalam Kepada kerlip bintang ku rasa bisa ku titip salam Dia hanyalah dia yang pandai menyelam Menyusuri dunianya dalam-dalam Bukan nyamuk yang menggangguku dalam nyaman Melainkan ingatan Ada sedikit salam yang kusampaikan padanya lewat tatapan pelan Seperti angin yang berbisik kepada awan dan rintik hujan Selamat malam kawan.

2016

Selamat pagi. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera. Ini adalah hari pertama di tahun 2016. Semalam, entah sudah pergantian tahun yang keberapa buatku. Malam pergantian tahun merupakan hal penting buat banyak orang di dunia. Tapi anehnya enggak buatku. Terompet, kembang api, air mancur, dan petasan roket menjadi hal yang seru buat ditonton. Tangerang selatan, daerah tempat aku tinggal menjadi tempat yang ga kalah ramai malam kemarin. Ratusan kembang api dan petasan diledakkan ke atas, itu semua aku dengar dari dalam rumah. Saat itu aku lagi asyik nonton film layar lebar yang ditayangin di televisi. Film yang sebelumnya telah kutonton di blitzmegaplex Teras kota, sambil sesekali mengusap air mata saat klimaks ceritanya. Film yang jauh sebelumnya sudah kubaca dalam bentuk cerpen yang menginspirasiku untuk suka kopi. Ya, kamu sekarang sudah tahu judul filmnya. Beberapa orang sulit untuk suka nonton film, beberapa lainnya sering mampir ke tukang dvd bajakan atau membeli ku...

Setan

Kutulis ini setelah aku bercengkerama dengan setan. Tak ada kebohongan tersirat dari wajahnya. Dia berkata seolah tak pernah ada yang mendengarnya. "Dunia ini hanya tinggal sisanya saja," katanya. Antara ada dan tiada aku pun memercayainya. Sisa dari apa? Aku pun tak paham. Namun begitulah dia beserta sifatnya. Berusaha membisikkan kuping manusia dengan kejahatan, meski itu bukan suatu kebohongan. Ya, kejahatan memang sudah lama merasuk dalam setiap sendi kehidupan umat manusia. Bercokol dalam dusta setiap ruh yang memakmurkannya. Tak ada bisa, tahta pun jadi. Kursi kekuasaan mampu melegitimasi nasib lebih-lebih daripada bisa meluluhlantakkan kancil yang arif. Sudah lama cerita ini menggema. Berulang terus dalam beberapa kisah berbangsa dan bernegara. Bukan hanya di atas saja. Dampak kuasa itu terus menjalar ke aliran selokan-selokan di bawah jalan raya ibu kota. Pengemis berdasi bergelimpangan memenuhi zona kapitalisasi ekonomi yang tak pernah lagi sama. Tipu muslihat tel...

Batu

Ada sebuah batu yang dapat terbang begitu jauh ketika dilempar sekuat tenaga di tengah hamparan pematang sawah. Ada batu lempung yang dapat loncat jauh berkecipak beberapa kali saat dilempar dengan tepat di atas air. Dan ada batu yang bila dilempar jauh maka kau akan dicari-cari orang sekampung, iya, coba aja lempar jauh batu cincin Pak haji. Tapi ada juga batu yang biasa bikin kita keki. Ga percaya? Beneran ga percaya? Yeuu, ga percaya. "Batu! sih lu dibilangin." Iya batu yang seperti itu. Krik banget ya? Eh iya, tapi aslinya ba-tu itu enak loh. Gue sering makanin waktu SD. Sekarang sih udah engga. Karena, ba-tu itu bro: Baso Tusuk! Hahaha. Kadang ada juga yang pake batu buat jadi nasehat. Iya, contohnya: "Jadikanlah ini sebagai batu loncatan kamu untuk...blablabla." Ya kan? Padahal kalimat itu kurang pas lho. Coba, seumur-umur udah berapa kali lu loncat dari atas batu? Begitu banyak batu kita temukan dalam keseharian kita. Namun ada yang paling solid, itulah...

Idul Adha

Assalamualaikum. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat sejahtera. Tak terasa sekarang sudah idul adha aja. Sepertinya baru kemarin kita saling bersalaman di idul fitri. Gimana rasanya ketika kita dimasukkan dalam time capsule, seperti hanya duduk sebentar dan tiba-tiba waktu telah terlewat setengah tahun. Itulah yang baru saya rasakan ketika hari ini mendengar takbir berkumandang. Hidup dalam rutinitas sebagai karyawan swasta memang kelihatannya nyaman. Berangkat pagi - pulang sore, tiap akhir bulan berwajah cerah ceria. Tapi tiap malam senin bermuram gulita. Misuh-misuh sendiri, mengapa senin begitu cepat datangnya. Takbir yang dikumandangkan tiap waktu shalat tiba menjadi terdengar megah di hari ini. Takbir yang jadi napak tilas peristiwa kemenangan nabi Ibrahim atas bisikan setan. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil hamd. Dalam sirahnya yang diceritakan dalam AlQuran nabi Ibrahim lewat mimpinya diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya sendiri Ismail alaihisal...

Netralisasi

Dalam hidup, katanya, perubahan itu adalah satu hal yg pasti. Tapi ada satu perubahan yg berbahaya, yaitu perubahan perasaan. Ada yg tau Naturalisasi. Ya, itu adalah istilah dalam sepak bola ketika seorang pemain harus berganti kewarganegaraan untuk membela suatu timnas. Tak jauh dari itu ada yg namanya Netralisasi. Kali ini gue ada satu pemahaman berbeda tentang istilah ini. Netralisasi adalah suatu proses pergeseran makna seseorang di dalam hati. Dari yg tadinya menyukai sepenuh raga dan mencintai setulus hati, menjadi perasaan yg netral. Tak ada lagi impression yg mampu membuat hati bergetar. Istilah ini bukan gue temuin dari mana-mana. Ini hanya sebuah refleksi dari pengalaman di masa lalu. Ketika ada seseorang yg amat disukai tiba-tiba menjadi milik orang lain, dalam sebab apapun itu hanya mengakibatkan satu: gempa hati. Ternyata bukan cuma bumi aja yg bisa gempa. Reaksi selanjutnya dari gempa tersebut tak lain adalah menghapus perasaan yg tertanam dalam hati. Tentu tak lebih s...

Budaya Dasar

Bulan ini bisa dibilang bulan yang penuh warna buat gue. Bukan karena kaos kaki merah di kiri dan kaos kaki biru di kanan yang gue pake saat orientasi MaBa. Tapi karena di bulan ini gue mulai kuliah lagi. Bagi sebagian orang, kata kuliah menjadi semacam kata eksklusif. Keren, intelek, istilah itu yang ada dalam benak. Bener sih. Dengan demikian, status mahasiswa adalah sebuah cover yang keren. Sampul yang terlihat berkelas. Lalu bagaimana atau apa sebenernya kegiatan kuliah itu sendiri? Jawabannya: belajar. Ya, ternyata cuma itu kok jawabannya. Tergantung bagaimana kita mengartikan kata belajar, that's the point. Sampai di ruang kelas, gue bertemu dengan banyak karakter luar biasa. Dengan beragam busana dan tampilan yang penuh warna. Hari senin adalah hari pertama kami kuliah dan berkenalan satu sama lain. Pada hari itu pula gue kenal ada yg namanya mata kuliah Ilmu Alamiah Sosial Budaya Dasar.

Merdeka

Saya mau mengawali tulisan ini dengan mengutip sebuah buku berjudul Doorstoot Nar Djokja . Buku ini di antaranya bercerita tentang serangan Operasi Kraai yang dilakukan di bawah komando Jenderal Spoor. Pada 19 Desember 1948 tepatnya, serangan ini dilakukan dengan tujuan menduduki wilayah strategis Republik Indonesia di pulau Jawa. Catatan Batalyon 5 Resimen V KNIL menyebutkan, “Dari jauh kelihatan Kota Solo sedang dibakar. Di antara kepulan asap, tampak beberapa pesawat terbang kami mulai menukik, sambil menyiramkan peluru. Pasukan kami segera dipisahkan. Kompi IV akan menuju Solo lewat jalan utama, sedangkan Kompi II bergerak sedikit ke arah Selatan, melalui jalan lama. Di belakang Kompi IV, menyusul Kompi III dan Kompi I, untuk ikut menyerbu dengan tugas utama menduduki sejumlah sasaran strategis.” “Pasukan kami kemudian menemukan Solo yang sudah berubah menjadi sebuah kota mati. Sepi, senyap, sedangkan api masih terus-menerus menghanguskan sejumlah bangunan. Sekitar pukul 16.00...

Temen Gue

Pagi dan mentari membuat keindahan alam terepresentasi dengan tepat. Namun sejak awal tahun hingga hari ini kombinasi keduanya sering terganggu. Awal pagi yang cerah menjadi harapan di setiap hari weekday agar bisa berangkat ke kantor atau sekolah dengan normal. Itulah sisi gelap awal tahun ini. Tak terasa dan tak ada yang mau ngitung juga sudah berapa hari yang lalu saya lulus SMA. Mengingat masa penuh keceriaan tidaklah sulit. Dimana kita bertemu dengan banyak teman yang menemani kita tumbuh berkembang. Ketika anak perempuan SMP yang cupu berangkat jadi kupu-kupu. Ketika remaja lelaki SMP yang polos berangkat menjadi bos (parkiran). Masa metamorfosis itu sering kita sebut masa puber. Ya, puberitas adalah perubahan fisik personal menjadi dewasa. Itu hanyalah perubahan fisik semata. Ada yang lebih dari itu. Pertemuan dengan teman canda dan tawa di masa SMA menjadi sesuatu yang menarik untuk diulang. Kemarin gue main ke kostan salah satu teman SMA yang kuliah di UIN, Ciputat. Di san...

Galau

Entah karena sebab apa atau siapa, saat ini kita sering mendengar banyak kata “galau.” Di twitter, facebook, di tempat umum, atau pun di jalan. Tanpa perlu tahu apa artinya, kita senang menyebutkannya untuk mengungkapkan kondisi hati yang (sebut saja) sedang kasmaran. Padahal kalau kita lihat di KBBI, galau itu artinya: ramai sekali; kacau tidak keruan. Dengan definisi tersebut, guru TK lah yang lebih layak berkata, “Lagi galau, nih.” Iya kan? Ketika di dalam WC sekolahan ada seorang pelajar yang bilang sama temennya, “Duh, galau bener nih,” itu bisa berarti banyak; dia lihat kotoran yang belum disiram ‘ramai sekali’ atau rambutnya memang sedang ‘kacau tidak keruan.’ Kata tersebut sudah begitu akrab di telinga masyarakat urban masa kini. Kalau dilihat-lihat, asal mulanya sebenarnya ga terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari: media hiburan. Karena lebih suka menghabiskan banyak waktu kosong di depan televisi, tanpa sadar kita selalu percaya terhadap nilai-nilai yang disampaikan bera...

Komar dan Puasa

Angin pagi meluruhkan gelap malam. Cahaya mentari menyapa guratan awan halus, menghias langit yang tak bertepi. Pagi itu Komar (sebut saja begitu) terbangun dari tidurnya lantaran dingin. Bukan hanya hari ini. Hampir tiap hari dia terbangun oleh dingin. Dingin yang tak terelakkan karena memang Komar hanya tidur beralaskan koran dan ditutupi kain lusuh yang tipis. Tolong jangan tanya tempatnya tidur. Karena hanya akan ada dua pilihan: di emperan depan toko atau di gerobaknya sendiri. Bila harus tidur di atas gerobaknya maka dia akan tidur meringkuk sampai cahaya mentari dan suara bising kendaraan bermotor membangunkannya. Setelah terjaga, tanpa harus cuci muka lebih dulu, Komar bisa langsung menyeret gerobaknya menyisiri jalan guna mendapat setumpuk barang rongsokan yang dapat ditukar dengan beberapa Rupiah saja. Pemandangan tersebut bisa jadi hanyalah cerita fiksi belaka. Namun setidaknya saya telah melihat objek yang serupa ketika pagi-pagi berangkat kerja lewat pasar Ciputat. M...

Ramadhan Di Televisi

Selamat pagi. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat. Selamat karena kita telah berada dalam bulan suci Ramadhan. Bulan suci umat muslim sedunia. Ketika kita mau meng-update status di facebook dengan unsur kata Ramadhan maka di layar komputer akan tampil sebaris nama-nama teman kita yang diakhiri dengan kata “Ramadhan”. Dalam hati muncul pertanyaan, “sadar gak ya mereka telah lahir pada bulan yang istimewa?” Entahlah, yang pasti beruntunglah mereka yang lahir di bulan yang mulia ini. Bicara mulia, kenapa ya cuma hakim di pengadilan yang dipanggil “yang mulia”? Apa karena predikatnya sebagai pemegang keputusan hukum lantas kita mengharap belas kasihannya dan memanggilnya demikian. Sungguh, mulia itu hanyalah sifat Tuhan Yang Maha Esa. Adapun beberapa manusia yang berhak disematkan kata mulia adalah mereka yang sifatnya mencerminkan bahwa mereka kenal dengan Tuhannya. Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Sewajarnya kita mengisi waktu pada bulan ini dengan kegiatan yang baik nan ...

Germany and I

Semifinal Jerman melawan Italia beberapa hari yang lalu menjadi tontonan paling menarik bagi gue pada gelaran piala Eropa 2012 kemarin. Bukan karena pada laga itu, tim yang gue jagokan kalah dengan menyakitkan. Bukan pula karena bola itu bundar – ungkapan klise untuk mengatakan kalah dan menang itu sudah biasa. Laga tersebut berlangsung seru. Gue yang biasa nonton sendiri (karena yang lain udah pada tepar) di ruang tengah, kali ini ditemani adek gue yang malem itu tumben masih bangun. Babak pertama berjalan dengan seru. Jerman tertinggal 1-0 dan gue optimis Jerman masih bisa menang. Babak kedua menjadi pertandingan yang menegangkan karena tim Der Panzer mengepung baris pertahanan Italia. Namun ternyata Joachim Loew salah memerkirakan kekuatan lini tengah timnas Italia. Passing-passing pendek dalam penguasaan bola Jerman berhasil dipatahkan oleh Andrea Pirlo dan langsung thru-pass lambung ke arah striker. Mario Balotelli yang memang berpostur tingg...

Rumah

Pada pagi yang dingin ini (mungkin sejuk lebih tepatnya), gue mulai menyadari sedang tinggal di mana. Rumah yang yang dihuni oleh sebuah keluarga utuh yang konservatif. Menjaga erat keyakinan turun-temurun dari Kakekku (Ayah Ibuku) bahwa agama merupakan satu-satunya hal yang mesti jadi pegangan hidup. Tanpanya manusia dapat berjalan oleng di atas dunia ini. Oleh karena itu pula sejak kecil gue sudah dimasukkan ke TK Islam Swasta (emang gak ada, TK Negeri). Selnjutnya gue disekolahkan di SDIT, lalu lanjut ke MTs. Sampai akhirnya lulus dari sebuah Madrasah Aliyah di daerah Kuningan, Jawa Barat. Pada perjalanannya manusia kerap mengenal rasa dan nilai baru dalam hidupnya secara sadar atau tidak. Tak terkecuali gue yang sejak kecil selalu disuruh solat lima waktu. Wajib, katanya. Agama menjadi persoalan fundamental dalam imperial keluarga gue. Kalo ada salah satu anaknya yang udah gede ketahuan gak solat atau menunda solat, maka bokap gue bisa melepas amarahnya seperti melepas burung M...

Semeleh

Dalam menjalani hidup ini, terkadang kita (termasuk saya) lebih suka mengedepankan dugaan atau prasangka dalam menilai situasi ataupun individu. Misalnya saja, ada seorang seorang anak SMP yang pulang ke rumah dengan motor yang lecet dan celana di bagian dengkul yang sobek dan basah kena darah. Karena kemarin ketika pulang kerja sang Ayah melihat anak berseragam SMP kebut-kebutan di jalan sambil membonceng temannya, maka sang anak yang datang dengan wajah pucat itu disambut dengan perkataan: “Makannya! Baru bisa naik motor mah gak usah belagu ngebut-ngebut! Rusak deh tuh motornya. Emangnya kamu bisa benerin?” Alih-alih berharap ada yang segera menolong dengkulnya di rumah, si anak malah cemburu sama motor yang tadi jatuh karena keserempet truk tangki Pertamina ketika ia mencoba menyalip dari sebelah kiri dengan ragu-ragu. Ketika kita bersikap berdasarkan informasi yang baru dilihat, itu merupakan siklus normal respon otak manusia. Hal itu tak jauh berbeda dengan halaman facebook ya...