Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label penguasa

Berhak

Bumi nusantara ini sedang ramai oleh sebuah peristiwa yang diadakan lima tahun sekali. Peristiwa yang diharapkan dapat menjadi titik tolak perubahan ke arah yg lebih baik. Proses demokrasi yang mengawali pergeseran kekuasaan bangsa, yang memulai harapan kita tumbuh sebagai bangsa yang besar untuk lima tahun ke depan. Sebenarnya ini bukan soal kenapa ataupun siapa. Ini hanya tentang bagaimana: bagaimana kemajuan bangsa ini direfleksikan oleh beragam karakter yang menghargai hak pilihnya atau tidak. Ini juga tentang apa: apa mereka (yang akan mengatasnamakan rakyat) benar-benar membawa kepentingan rakyat sebagai sumber daya utama kemajuan bangsa. Atau mereka hanya menjunjung tinggi kebutuhan rakyat hanya saat kampanye. Namun ketika terpilih justru mati-matian berjuang memenuhi kepentingan pribadi dan partainya. Ini bisa dilihat dari jumlah rupiah yang harus dikeluarkan para calon legislatif untuk menggelembungkan pamornya di mata para pemilih. Logika sederhana yang berkaitan dengan ...

Polisi Cepek

Hari ini setiap orang pasti punya cerita. Meski hanya dalam mimpi. Mimpi yang bermacam-macam. Misalnya, pernah gak ketika baru bangun tidur kalian berjalan sempoyongan, lantas menyadari ternyata masih dalam mimpi. Biasanya itu terjadi setelah mimpi buruk. Dalam kondisi setengah sadar itu kita akan amat merasa bersyukur bila bisa terbangun. Kita akan merasa lebih baik dengan keluar dari kondisi tersebut. Meski kemudian kembali gelisah setelah mengetahui ternyata belum bisa bangan seutuhnya. Nampaknya itu tak jauh berbeda dengan yang terjadi d i dunia nyata kita hari ini. Setelah dikagetkan oleh nilai tukar mata uang kita yang terus me nurun , pagi-pagi usai bangun tidur berita kenaikan harga Elpiji sudah mewarnai awal hari . Begitu sulit untuk bangun dari mimpi buruk bangsa ini yang (sayangnya) terus berkelanjutan. Itulah kira-kira potret Negara hari ini. Mungkin ada juga yang bilang, “M asalah-masalah itu kan jadi besar karena diberitakan secara massal. ” Namun, apa ...

Jurnalisme

Kualitas jurnalisme menentukan kualitas demokrasi sebuah negara. Itu kata pakar jurnalisme dari eropa. Dan itu juga saya tahu dari liputan sebuah pertemuan Pemred berskala nasional di Nusa Dua, Bali. Lalu pada saat bersamaan, di rumah, ketika saya menulis ini, adik saya menangis kencang disemprot Bapak karena terus berisik rebutan duit Rp2000. Hubungannya apa? Dari pertemuan Pemred Nasional yg dihadiri Presiden dan beberapa menteri itu, ada beberapa faktor yg sedikitnya menjadi latar belakang pertemuan tersebut. Kenaikan harga BBM, beragam kasus korupsi anggota partai penguasa, atau simpulnya: turunnya kredibilitas penguasa di mata rakyat (lewat media). Di sini media menjadi fokus utama pihak Istana. Dimana telah lama diketahui, di banyak tempat, media sebagai kekuatan super yang mampu menentukan mulusnya suatu pemerintahan. Dengan menjaga citra independesinya, media mampu menggiring opini publik dan mengajukan opini atas nama rakyat. Bila ada seorang bapak yang menyemprotkan air ke ...