Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label jurnalisme

Polisi Cepek

Hari ini setiap orang pasti punya cerita. Meski hanya dalam mimpi. Mimpi yang bermacam-macam. Misalnya, pernah gak ketika baru bangun tidur kalian berjalan sempoyongan, lantas menyadari ternyata masih dalam mimpi. Biasanya itu terjadi setelah mimpi buruk. Dalam kondisi setengah sadar itu kita akan amat merasa bersyukur bila bisa terbangun. Kita akan merasa lebih baik dengan keluar dari kondisi tersebut. Meski kemudian kembali gelisah setelah mengetahui ternyata belum bisa bangan seutuhnya. Nampaknya itu tak jauh berbeda dengan yang terjadi d i dunia nyata kita hari ini. Setelah dikagetkan oleh nilai tukar mata uang kita yang terus me nurun , pagi-pagi usai bangun tidur berita kenaikan harga Elpiji sudah mewarnai awal hari . Begitu sulit untuk bangun dari mimpi buruk bangsa ini yang (sayangnya) terus berkelanjutan. Itulah kira-kira potret Negara hari ini. Mungkin ada juga yang bilang, “M asalah-masalah itu kan jadi besar karena diberitakan secara massal. ” Namun, apa ...

Jurnalisme

Kualitas jurnalisme menentukan kualitas demokrasi sebuah negara. Itu kata pakar jurnalisme dari eropa. Dan itu juga saya tahu dari liputan sebuah pertemuan Pemred berskala nasional di Nusa Dua, Bali. Lalu pada saat bersamaan, di rumah, ketika saya menulis ini, adik saya menangis kencang disemprot Bapak karena terus berisik rebutan duit Rp2000. Hubungannya apa? Dari pertemuan Pemred Nasional yg dihadiri Presiden dan beberapa menteri itu, ada beberapa faktor yg sedikitnya menjadi latar belakang pertemuan tersebut. Kenaikan harga BBM, beragam kasus korupsi anggota partai penguasa, atau simpulnya: turunnya kredibilitas penguasa di mata rakyat (lewat media). Di sini media menjadi fokus utama pihak Istana. Dimana telah lama diketahui, di banyak tempat, media sebagai kekuatan super yang mampu menentukan mulusnya suatu pemerintahan. Dengan menjaga citra independesinya, media mampu menggiring opini publik dan mengajukan opini atas nama rakyat. Bila ada seorang bapak yang menyemprotkan air ke ...