Langsung ke konten utama

Postingan

Resolusi Awal Tahun

Menjadi lebih baik dari sebelumnya tentu merupakan harapan setiap orang. Hal itu terlihat dari banyak orang yang membuat resolusi pada saat atau menjelang tahun baru. Cobalah menelusuri blog di awal tahun, kita akan menemukan banyak blogger yang menuliskan harapan dan target hidupnya untuk satu tahun ke depan. Begitu pula tidak sedikitnya website yang memberikan trik dan cara agar dapat mencapai resolusi. Yang jadi pertanyaan, kenapa harus pada saat tahun baru? Membuat resolusi di awal tahun, perlukah? Jauh sebelumnya, Tradisi Resolusi Tahun Baru telah ada sejak 153 SM. Janus, dewa pintu dan semua permulaan merupakan simbol kuno bagi resolusi awal tahun. Konon, nama bulan Januari diambil dari nama dewa berwajah ganda ini (satu muka menghadap kanan dan yang satu lagi menghadap ke kiri). Pada saat itu, setiap awal tahun baru orang-orang Romawi kuno meminta pengampunan dari musuh mereka dan saling menukar hadiah. Mereka saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk meraya...

Tahun Baru, Buka Semangat Baru

Malam tahun baru selalu identik dengan acara perayaan pergantian tahun. Gemerlap air mancur dan ribuan sorot lampu kendaraan bermotor seolah menjadi pertanda bergantinya tahun Semua itu dilakukan tidak lain sebagai syarat berakhirnya hari-hari lalu yang kelam dan akan dimulainya tahun baru yang penuh harapan. Tidak ada harapan yang lebih besar selain optimalisasi potensi diri. Karena, salah satu mengenal jati diri adalah dengan mengenal potensi diri. Tahun baru, buka semangat baru. Buka halaman baru dengan catatan yang bermutu. Oleh karena itu, jangan salahkan siapa-siapa bila hari esok sama dengan hari ini. Semua itu adalah pilihan. Catatan-catatan lalu yang penuh noda dapat tertutupi. Halaman putih dapat menjadi warna-warni. Potensi dan prestasi, itulah parameter keindahan isi halaman. Masuk perguruan tinggi yang baru dibuka memang pilihan. Namun, menggali potensi adalah sebaliknya. Bengkel sastra Polimedia dapat menjadi salah satu pilihan. Sejak manusia mampu menulis, sastr...

PLN dan Krisis yang Tak Perlu

Berdiri sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta menjadi kota besar yang penuh dengan beragam kebutuhan, salah satunya listrik. Modern ini, listrik tampaknya telah menjadi kebutuhan primer yang tak dapat dilepaskan dari warga Jakarta. Masalahnya kebutuhan ini terus meningkat selaras dengan pertumbuhan masyarakat. Pemadaman listrik bergulir di sebagian wilayah Jakarta akhir-akhir ini menjadi bukti dari tingginya beban listrik di Jakarta. Namun, benarkah tingginya kebutuhan listrik di Jakarta menjadi satu-satunya alasan fenomena yang merugikan banyak orang itu? PLN yang masih menjadi perusahaan monopolistik milik negara, seharusnya tidak perlu melakukan pemadaman bergilir bila infrastruktur yang ada dirawat dan dikembangkan secara optimal, sehingga dapat mengejar pertumbuhan kebutuhan listrik yang tak bisa dihindarkan. Ibarat cerita dan derita yang tiada akhir, pemadaman listrik di beberapa wilayah di Jakarta terjadi 2-3 kali dalam sepekan. Setiap pemadaman berlangsung antara empat hingga enam ...