10 Mei 2016

Biru dalam Hitam

Di malam yang semakin hitam
Dia biasa hadir
Langsung di depan mata
Yang terpejam sambil menyelam
Dalam luas memori tak terperi
Dia muncul tanpa dikehendaki
Tanpa alas kaki
Baginya ini rumah tempat kembali
Tempat yang luas sekali
Sampai tak ada yang bisa kau pandangi

Lagu-lagu berdawai romantis sekali
Tapi dia tidak
Sama sekali tidak
Dia diam tak beriak
Merangkul angin malam
Yang lebih sering ditemani kalam
Kepada kerlip bintang ku rasa bisa ku titip salam

Dia hanyalah dia yang pandai menyelam
Menyusuri dunianya dalam-dalam

Bukan nyamuk yang menggangguku dalam nyaman
Melainkan ingatan
Ada sedikit salam yang kusampaikan padanya lewat tatapan pelan
Seperti angin yang berbisik kepada awan dan rintik hujan

Selamat malam kawan.

2 Januari 2016

2016

Selamat pagi. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera.
Ini adalah hari pertama di tahun 2016. Semalam, entah sudah pergantian tahun yang keberapa buatku. Malam pergantian tahun merupakan hal penting buat banyak orang di dunia. Tapi anehnya enggak buatku. Terompet, kembang api, air mancur, dan petasan roket menjadi hal yang seru buat ditonton. Tangerang selatan, daerah tempat aku tinggal menjadi tempat yang ga kalah ramai malam kemarin. Ratusan kembang api dan petasan diledakkan ke atas, itu semua aku dengar dari dalam rumah. Saat itu aku lagi asyik nonton film layar lebar yang ditayangin di televisi. Film yang sebelumnya telah kutonton di blitzmegaplex Teras kota, sambil sesekali mengusap air mata saat klimaks ceritanya. Film yang jauh sebelumnya sudah kubaca dalam bentuk cerpen yang menginspirasiku untuk suka kopi. Ya, kamu sekarang sudah tahu judul filmnya.

Beberapa orang sulit untuk suka nonton film, beberapa lainnya sering mampir ke tukang dvd bajakan atau membeli kuota internet yang besar untuk bisa menonton film yang diinginkan. Dan segelintir orang yang paham film rela merogoh kocek lebih dalam untuk beli dvd original film yang disukainya, memang cuma segelintir. Buat mereka film bukan hanya sekedar tontonan, tapi; karya seni. Aku bukan termasuk golongan itu, aku hanya golongan yang kedua, yaitu orang yang suka cari link film-film terbaru yang sudah rilis salinannya. Aku enggak begitu ngerti cara membuat film, mungkin karena itu aku kurang antusias pada karya original. Yang aku tahu selesai menonton sebuah film aku akan merasakan persis apa yang tokoh utama ingin sampaikan di akhir cerita film. Aku bisa merasakan adalah hal buruk bila dalam hidup ini kita selalu melakukan hal yang sama setiap hari, tanpa ada perkembangan tanpa ada improvisasi. Beragam pesan yang disampaikan oleh film adalah bentuk inspirasi dan motivasi untuk melakukan improvisasi itu.

Bisa jadi 2016 akan menjadi tahun yang sama buatku, tapi itu bukan karena aku tidak menulis resolusi apa-apa untuk tahun ini. Ini akan menjadi tahun yang sama seperti tahun lainnya bila aku tidak bergegas merapihkan pikiranku. Di sanalah semuanya berawal, pikiran positif akan mendorong kita untuk selalu melakukan hal-hal baik.